Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

5 Hari Hilang, Nelayan Petulua Belum Ditemukan

6
(foto,MANSIRAL/BERITA KOTA KENDARI)
Istri (jilbab batik) dan keluarga korban saat ditemui di rumahnya.

LASUSUA,  BKK  – Sejak dikabarkan menghilang pada Rabu  (26/6) lalu, Rustam Bori (60),  nelayan warga Desa Pitulua Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) hingga kini belum ditemukan. Pihak Basarnas Kolaka, TNI, Polri, instansi pemda, serta relawan dan nelayan setempat telah melakukan upaya  pencarian namun tak membuahkan hasil.

Danru Basarnas La Ode Muh Bohari mengatakan, sejak dinyatakan hilang, pihaknya telah melakukan pencarian di perairan laut tempat korban diperkirakan hilang.

“Sudah 5 hari dilakukan pencarian di seputar perairan laut Desa Sulaho Dusun Lani-nipa dan Desa Lambai lokasi pertama di temukannya perahu korban,” kata Bohari, Minggu (30/6).

Menurut Bohari, korban pamit pada istrinya untuk memancing ikan tongkol pada Rabu (26/6) pukul 08.00 Wita. Namun, sekira pukul 16.00 Wita keluarga menerima kabar kalau perahu korban ditemukan warga Dusun Lanipa Desa Sulaho.

“Perahu korban pertama kali ditemukan terdampar di bibir Pantai Lanipa. Saat itu perahu korban mesinnya masih dalam keadaan hidup,” ujar Bohari.

Saat ini, kata dia, meskipun telah mengerahkan sedikitnya 30 kapal nelayaan tradisional yang dibantu TNI, Polri dan jajaran Instansi Pemda Kolut, namun belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Ada 2 tim yang melakukan pencarian yakni tim di laut dan tim yang khusus melakukan pencarian di bibir melibatkan warga, PMI dan komunitas pencinta alam,” jelas Bohari.

Bohari menambahkan, pihaknya akan melakukan pencarian selama 7 hari. Bila  dalam masa itu korban belum juga ditemukan  maka pencarian akan dihentikan.

“Kami duga korban terjatuh dari perahunya saat menuju pulang, tidak adanya saksi mata yang melihat terakhir korban membuat pencarian hanya di fokuskan 1 mill dari bibir pantai tempat pertama kali perahu korban ditemukan,” tutur Hohari.

Sementara itu, istri korban, Mujeria (57), mengungkapkan bahwa dirinya bersama 4 anaknya masih terus berharap suami tercintanya segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Biasanya kalau bapak keluar memancing pagi, sore harinya sekitar pukul 16.00 Wita sudah tiba di rumah,” kata  Mujeria  menahan tangisnya.

Istri korban menambahkan, sebelum berangkat melaut suaminya menunjukkan tanda-tanda yang aneh. Waktu akan berangkat suaminya mengatakan di laut saat ini ada ikan besar menunggu dirinya untuk dipancing.

“Dia bilang (korban, red) ada ikan yang sangat besar menunggu untuk dipacing. Selain itu waktu belanja peralatan pancing di toko, dia juga sempat bilang pada pemilik toko kalau dia pergi mancing tidak akan lagi kembali,” tuturnya.

Istri dan keluarga masih terus berharap agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan hidup.

“Kami sudah ikhlas dan pasrah apapun yang terjadi asal bapak didapat,” isak istri korban itu. (r6/nur)

Comments are closed.