Aktualita

Gelar Workshop, Dewan Pers Soroti Tidak Tuntasnya Jurnalis dalam Meliput.

KENDARI, BKK – Tidak tuntasnya para jurnalis meliput sebuah peristiwa, utamanya saat penyelenggaraan pemilu yang baru saja dilaksanakan pada 17 April, menjadi perhatian Dewan Pers.

Hal tersebut kemudian membuat dewan pers menggelar Workshop Peliputan Pascapemilu Serentak bersama insan pers di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (25/7).

Anggota Dewan Pers, Jamalul Insan mengatakan, seorang wartawan atau jurnalis haruslah mengawal pemberitaan mulai dari proses pra pemilu, pelaksanaan pemilu, sampai pada pascapemilu, sehingga tugas lapangan bisa tuntas dilaksanakan.

“Kita merasa, bahwa sukses pelaksanaan pemilu itu tidak terbatas hanya sampai pada pelaksanaan pemilu, tetapi hasilnya ini harus diamankan, harus dikawal oleh pers. Kita seringkali melihat bahwa kawan-kawan media itu kalau meliput hanya sebatas meliput, selesai,” katanya.

Menurut dia, banyak wartawan yang masih meliput suatu peristiwa hanya awal-awal saja, tidak menyelesaikan sampai peristiwa benar-benar selesai, sehingga apa yang dipilih oleh masyarakat, media bisa mengawal janji-janji yang dipilih.

“Kita harus mengikuti, menjaga, mengawasi apa yang akan mereka lakukan pemimpin terpilih ini. Jadi fokusnya pada saat ini, kita harus mengawal tahapan apa yang akan dilakukan bagi mereka yang sudah terpilih dalam pemilu,” terang Jamalul Insan.

Dewan Pers juga mengingatkan kepada wartawan yang akan meliput nanti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, untuk menjalankan sistem peliputan hingga berakhir atau secara tuntas, tidak sebatas liputan saja.

“Kita kan akan menggelar pilkada lagi, jadi saya harapkan media maupun wartawan ini bisa, memberikan informasi kepada masyarakat dan utamanya mengawal calon kandidat ini sampai ia terpilih, dan bagaimana pemerintahannya,” ungkap Jamalul Insan. (p1/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top