Headline

1 Tewas dalam Bentrok Antarkelompok di Puuwatu, 2 Luka-Luka

Ilustrasi.

KENDARI, BKK- Kelurahan Puuwatu Kota Kendari dalam pantauan polisi, menyusul tewasnya seorang pemuda dan 2 lainnya luka-luka dalam bentrok antarkelompok yang terjadi Minggu (7/7) dini hari, sekitar pukul 00.30 Wita. Pria yang tewas tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari angkatan 2016.

Jemi Junaidi.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi dalam konferensi pers kemarin menuturkan, peristiwa terjadi di depan Kantor Pos Kelurahan Puuwatu.

“Awalnya, kelompok pemuda yang berjumlah 5 orang dan berjumlah 10 orang lainnya, duduk-duduk minum-minuman keras di tempat yang berbeda.

Kemudian, sambung Jemi, salah satu anggota kelompok yang 5 orang pergi membeli rokok di warung dan dia melewati kelompok pemuda yang 10 orang tersebut.

“Yang beli rokok itu ditegur oleh kelompok 10 tadi. Namun saat itu tidak terjadi kejadian. Hingga yang beli rokok ini pulang dan memberitahukan temannya,” bebernya.

“Sampai di kelompoknya, dia memberitahukan ke teman-temannya bahwa ia ditahan. Kemudian, kelompok yang 5 orang datang ke tempat kelompok yang 10 orang itu,” sambung Jemi.

Pada saat itu, Jemi melanjutkan, kedua kelompok tersebut saling memaafkan karena salah paham, namun salah satu anggota kelompok yang 10 orang tiba-tiba menyerang kelompok yang 5 itu.

“Sehingga terjadilah perkelahian. Dan, mengakibatkan beberapa korban menerima luka sayatan benda tajam, serta 1 korban meninggal dari kelompok yang 5 orang tadi,” sambung Kapolres.

Serahkan pada Polisi

Jemi mengatakan, kejadian tersebut murni karena kesalahpahaman antara 2 kelompok. Pihaknya berharap, kedua belah pihak menahan diri dan menyerahkan masalah tersebut pada polisi

Kapolres menegaskan, unit patroli dari Polsek Mandonga dan Polres Kendari akan melakukan patroli di sekitar tempat kejadian.

“Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi. Intinya, kedua belah pihak diharapkan menahan diri, nanti dari kepolisian yang menyelesaikan kasus ini,” imbaunya.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini, korban yang meninggal dunia atas nama La Ode Muhammad Jidin (23).

Korban yang mengalami luka robek pada kepala dan betis kiri. Ia meninggal sekira pukul 06.10 Wita di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

Sedangkan 2 korban luka-luka atas nama Arfansyah (16), mengalami luka robek pada bagian lengan kiri dan kanannya. Leher belakang serta bagian punggung juga mengalami luka robek. Korban dirawat di Puskesmas Puuwatu.

Seorang lagi, Muhammad Safruddin (27) mengalami luka robek pada lengan kanan, juga dirawat di Puskesmas Puuwatu.

Ditangkap Tadi Malam

Sebanyak 11 orang yang diduga terlibat  bentrok ditangkap tadi malam.

Sebanyak 8 di antaranya merupakan anggota kelompok 10, sedangkan 3 lagi merupakan anggota kelompok 5.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi menyebutkan pihaknya sedang mendalami peran masing-masing terduga pelaku saat bentrok terjadi.

“Sudah diamankan. Jadi 8 orang dari kelompok yang anggotanya 10 itu. Sedangkan 3 orang dari kelompok yang satunya,” terang Jemi, saat dikonfirmasi via telepon, tadi malam.

“Kita masih pilah-pilah perannya. Yang jelas yang kita amankan itu turut serta. Ada yang menikam, menebas, ada yang memukul. Dan, ada yang diduga melakukan penganiayaan pada korban yang meninggal tadi,” sambung Jemi.

Selain mengamankan pelaku, Kapolres menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pejabat kecamatan.

Hal itu, sambung Jemi, untuk meredam adanya konflik berkelanjutan dari dua belah pihak.

“Jadi ini kriminal murni. Serahkan sepenuhnya kasus ini pada polisi. Nanti juga akan dilakukan patroli malam ditempat kejadian,” pungkasnya.

Sebelumnya polisi sudah mengamankan 3 orang dari kedua belah pihak.

“2 orang diamankan dari kelompok 5 dan 1 anggota dari kelompok 10, sudah diamankan di Polsek Mandonga,” kata Jemi. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

Copyright © 2019

To Top