Kasuistika

Dugaan Pertambangan Ilegal PT OSS Terus Didalami Polisi

Pemasangan Police Line oleh Polda Sultra bersama Bareskrim Polri di kasawan pertambangan PT OSS, Jumat (28/6) (IST)

KENDARI, BKK – Pertambangan tanah uruk secara ilegal yang diduga dilakukan pihak PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Desa Tanggobu Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, kini masih terus didalami pihak kepolisian.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan penyelidikan setelah, Jumat (28/6), bersama Bareskrim Polri menyita sekira 117 alat berat  milik PT OSS.

”Proses masih berjalan. Penyidik masih melakukan penelitian siapa-siapa yang dipanggil sebagai saksi ahli dan saksi lain yang mengetahui aktivitas pertambangan itu,” terang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Goldenhardt saat ditemui di Mapolda Sultra, Senin (1/7).

Harry menyebutkan, pihaknya telah melakukan penindakan dengan memasang police line di kawasan pertambangan PT OSS. Hal ini dilakukan, setelah sebelumnya dilakukan proses penyelidikan sekira 3 bulan lamanya.

”Aktivitas pertambangan tanah urug diduga sudah dilakukan cukup lama. Jadi penyidik berhati-hati dalam melakukan penindakan,” terang Harry.

Hasil penyelidikan sementara, lanjut Harry, aktvitas pertambangan tanah urug tersebut diduga ilegal. Pasalnya, tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP) serta lokasi pertambangan di kawasan hutan produksi tersebut tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

”Jadi penyidik masih melakukan penelitian terkait siapa-siapa yang terkait dan mengendalikan operasional kegiatan di lapangan pertambangan itu,” pungkasnya. (p2/nur)

.

ARSIP

Copyright © 2019

To Top