Kelompok IRT Nelayan di Butur Dilatih Olah Ikan Bernilai Ekonomis

IRT Desa Lelamo dilatih mengolah ikan

BURANGA, BKK – Agar tak ada lagi hasil tangkapan ikan yang terbuang percuma karena tidak terserap pasar, kelompok ibu rumah tangga (IRT) nelayan di Desa Lemo Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur) dilatih mengolah makanan berbahan ikan sehingga bernilai ekonomis, (19/3).

Sebelumnya, ikan olahan kelompok wanita nelayan ini pada umumnya hanya dijadikan bahan konsumsi rumah tangga.

Tenaga Ahli Bupati Butur Bidang Perikanan dan Pertanian, Musida Arifin, ditemui di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Butur mengatakan, kelompok wanita nelayan ini, dilatih agar bisa memanfaatkan ikan sebagai sumber penghasilan yang memiliki nilai tambah. Selain itu, agar tidak ada lagi ikan yang terbuang percuma karena tidak terserap pasar.

“Kalau ikan lagi melimpah, maka tidak ada lagi yang dibuang percuma. Silahkan bawa ke kelompok wanita nelayan ini, pasti akan dibeli dan diolah,” kata Musida.

Dijelaskannya, ikan yang diolah pada umumnya yang tersisa tinggal daging. Kepala, isi perut, dan tulang telah dipisahkan.

“Daging ikan ini kemudian diolah setengah jadi dan dikemas seperti halnya nuget. Tapi kalau untuk kebutuhan rumah tangga diolah langsung untuk dikonsumsi, kalau untuk dijual ke luar daerah dalam bentuk setengah jadi,” tuturnya.

Terkait pasarannya, Musida menerangkan kelompok wanita nelayan tak perlu khawatir jika ingin mengolah ikan. Pasalnya, pasar sudah siap menyerap hasil olahan ikan tersebut.

“Kita packing per kilo dengan menggunakan nilon. Harganya di atas Rp10 ribu, harga ini masih akan naik. Ditampung melalui Koperasi Konami,” terangnya

Selain itu, ikan ini diolah menjadi abon. Abon ikan ini nantinya akan mengisi pasar lokal mau pasar luar daerah. Sehingga, para kelompok wanita nelayan tidak perlu khawatir jika mengolah ikan.

Semua bagian ikan, sambung Musida, tidak ada yang terbuang. Selain daging yang bisa dijual, kepala, isi perut, dan tulang bisa dibuat menjadi pupuk organik.

“Mereka juga sudah dilatih untuk membuat pupuk organik dari bagian-bagian ikan ini,” imbuhnya. (r5/nur)