Bansos Dialihkan Menjadi BPNT, Bulog Sultra Dilema

KENDARI, BKK – Pemerintah berencana mengalihkan bantuan sosial (bansos) penyaluran beras menjadi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), membuat Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dilema.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Bulog Divre Sultra Wisnu Airlangga mengatakan, penyaluran beras bansos yang dilakukan dalam setiap bulannya melalui Perum Bulog batasnya kini sampai April 2019.

“Penyaluran bansos sisa 2 bulan lagi (Maret dan April), setelah itu (Mei, red) bansos sudah tidak ada lagi,” ujar Wisnu Airlangga, Rabu (20/3).

Ia menjelaskan, bulog bertugas untuk menyerap beras dari petani sebanyak-banyaknya tetapi tidak disalurkan. Makanya, lanjutnya, pihaknya merasa dilema beras yang diserap tersebut mau disalurkan kemana nantinya.

“Mau stok banyak-banyak tapi mau dikemanakan, sementara masa penyimpanan beras di gudang paling lama 6 bulan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setalah bansos dialihkan menjadi BPNT, bulog tugasnya hanya merawat beras untuk cadangan beras pemerintah, dan akan disalurkan pada saat bencana alam.

“Tapi kita tidak mungkin berdoa untuk bencana. Soal rencana pengalihan itu, kami masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat,” paparnya.

Dia mengatakan, Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang semula menerima subsidi dalam bentuk beras, bakal berubah menerima uang. Hal itu dilakukan sejalan target pemerintah yang merubah bantuan menjadi transfer tunai secara online.

“Jadi, secara teoritis tidak ada lagi penyaluran beras bersubsidi, yang dalam setahun bisa mencapai puluhan juta ton,” pungkasnya. (p4/r2)