2019, Muna Dicanangkan sebagai Kabupaten Layak Anak

Rahmat Raeba

RAHA,BKK – Melalui dinas  pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak , tahun ini Kabupaten Muna  dicanangkan untuk menjadi kabupaten layak anak (KLA).

Untuk mewujudkannya, pemenuhan persyaratan KLA kini tengah didorong pemerintah daerah (pemda) setempat.

Diketahui, untuk mewujudkan KLA, terdapat 24 indikator pemenuhan hak dan perlindungan anak  yang harus terpenuhi. Secara garis besar tercermin dalam lima cluster yang terdiri dari hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif,  hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus bagi 15 kategori anak.

“Untuk menuju Kabupaten Muna sebagai kabupaten layak anak tahun 2019 ini, kita sudah persiapkan untuk memenuhi sejumlah indikator yang disyaratkan itu. Kita sudah siapkan perdanya dan peraturan  bupatinya. Kemudian syarat- syarat lainnya seperti penuhan hak pendidikan, kesehatan, pengasuhan, semua harus terpenuhi dengan baik. Sebab, hal-hal itu juga menjadi penilain layak tidaknya sebuah kabupaten/kota untuk menjadi KLA,”  kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muna Rahmat Raeba  ditemui, Rabu (20/3).

Saat ini, akunya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Muna juga telah memiliki forum anak. Melalui forum anak inilah, 24 indikator yang disyaratkan untuk menjadikan KLA akan dipenuhi.

“Kita menargetkan tahun 2019, Muna sudah masuk dalam kategori KLA meskipun masih dalam tingkat dasar,” ujarnya.

Dijelaskannya pula, menilik kondisi Kabupaten Muna, peluangnya  besar untuk menjadi KLA. Sebab, selain memenuhi sejumlah indikator yang dipersyaratkan, di Muna juga  nyaris tidak ada anak- anak yang terlantar.

“Tidak ada eksploitasi anak yang menjadi pengamen, pengemis dan hal lainnya,” pungkas Rahmat. (tri/nur)