2019, DKP Konut Prioritaskan Nelayan yang Belum Tersentuh Bantuan

WANGGUDU, BKK – Salah satu program rutin Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Konawe Utara (Konut) adalah pemberian bantuan untuk warga nelayan dengan alokasi anggaran menghampiri Rp3 miliar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, di  2019 ini DKP Konut juga akan kembali menyalurkan bantuan untuk nelayan. Namun demikian, besaran anggarannya belum diketahui karena saat ini masih proses pendataan dan identifikasi calon penerima.

“Tiap tahun jumlah bantuan bagi para nelayan kita ini naik. Tahun 2017 bantuan yang berhasil kita salurkan berjumlah total Rp2 miliar. Sedangkan tahun 2018 lalu mencapai Rp 2,9 miliar,” kata Kepala DKP Konut Deddy Rianto Hamid, saat ditemui, Rabu (19/3).

Secara rinci, Dedy juga belum dapat menguraikan jenis bantuan yang akan disalurkan ke nelayan tahun ini. Namun, dia menyebutkan, pihaknya akan memprioritaskan nelayan  yang sama sekali belum tersentuh bantuan.

Dedy menyebutkan,  2018 lalu bantuan bagi para nelayan di Konut terbagi tiga jenis yang terdiri bantuan sarana dan prasarana berupa alat tangkap, benih ikan budidaya, serta bantuan untuk pengolahan hasil tangkap beserta pemasarannya. Dana bantuan bersumber dari APBD dan APBN.

Dari segi sarana dan prasarana, sambung Dedy, kalkulasi bantuan bagi nelayan 2018 lalu mencapai Rp1,5 miliar. Meliputi pengadaan alat tangkap, pengadaan 10 unit perahu fiber, 16 unit kapal dan 24 unit mesin kapal berkapasitas 6,5 sampai 9 PK.

“Seluruh bantuan ini sudah disalurkan kepada kelompok nelayan,” akunya.

Mantan Kabag Ekonomi Konut ini melanjutkan, di bidang budidaya pihaknya sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk bantuan benih ikan beserta pengembangan wadah budidaya. Beberapa jenis bibit ikan sudah disalurkan kepada kelompok nelayan di antaranya benih ikan bandeng, ikan mas, ikan lele, ikan nila, dan udang vaname.

Sementara, untuk menunjang pemasaran hasil tangkap dan budidaya, sebutnya, DKP Konut juga menyalurkan bantuan untuk pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (P2HP). Jumlah bantuan di bidang ini lebih kecil dari dua bidang lainnya yakni hanya sebesar Rp200 juta.

“Ini digunakan untuk pembangunan rumah pengasapan di Kecamatan Molawe dan Lasolo.  Selain itu juga untuk bimbingan pelatihan pembuatan kripik ikan teri, cabut duri bandeng dan sosialisasi tentang pemasaran hasil perikanan,” tuturnya. (r7/nur)