Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Kemenag Sultra Imbau Caleg Tidak Jadikan Mesjid Sarana Kampanye

49

KENDARI, BKK – Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra Abdul Kadir mengimbau kepada calon legislatif (caleg) pada pemilihan umum (pemilu) 2019 agar tidak menjadikan mesjid sarana untuk menyampaikan materi-materi kampanye untuk kepentingan politik praktis.

”Mesjid harus bebas dari kampanye politik praktis. Untuk itu, saya berharap kepada caleg agar tidak melakukan hal tersebut. Kemudian juga ulama atau pengurus mesjid dapat bersifat netral,” ujar Kadir, saat ditemui di kantor Kemenag Sultra, Selasa (12/2).

Larangan ini dilakaukan, kata dia, bertujuan untuk menghindari hujatan atau ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah umat beragama.

”Jadi para ulama atau pengurus mesjid disini harus turun langsung mencegah terjadinya kampanye praktis di mesjid tersebut yang akan dilakukan oleh para caleg,” katanya.

Jangan kemudian, lanjutnya, ulama atau pengurus mesjid sendiri yang mengkampanyekan caleg yang didukungnya, Kemenag Sultra tidak memperbolehkan.

”Untuk menghindari hal itu, saya sudah sampaikan melalui surat edaran bahwa pengurus mesjid yang ada di Sultra untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan. Ulama atau pengurus mesjid harus mampu berperan sebagai pemersatu umat serta bersikap netral dan bersih dari kepentingan politik praktis,” terangnya.

Meski brgitu, Abdul Kadir, tidak menyalahkan apabila mesjid dijadikan sarana untuk menyampaikan materi ilmu politik, tatapi bukan materi ilmu politik praktis. Kalau materi ilmu politik secara ilmiah ya boleh-boleh saja.

”Jadi jangan disamakan ilmu politik praktis dengan ilmu politik ilmiah. Kalau ditemukan ada caleg yang jadikan mesjid sarana kampanye, maka yang bertanggungjawab adalah pengurus mesjid itu sendiri,” pungkasnya. (cr2)

Comments are closed.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"