Arena

Pelti Sultra Tak Turunkan Atlet Puteri di Pra PON

KENDARI, BKK – Pengurus Provinsi  (Pengprov) Lanw Tenis Indonesia  (Pelti) Sultra, tidak akan menurunkan petenis puteri prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019.

“Di pra PON ini kami tidak akan menurunkan petenis puteri, seba  kami terkendala dengan minimnya  atlet puteri,” ungkap Wakil Ketua Pelti Sultra Tomy Indra, saat dikonfirmasi, Minggu (24/2).

Sebenarnya, lanjut dia, Sultra masih memiliki petenis puteri yang bisa berlaga di ajang sekelas pra PON nanti. Namun, juga terkendala usia.

“Usia petenis puteri Sultra rata-rata usianya sudah tua, tidak bisa lagi berlaga di pra PON, sebab bukan saja di pra PON yang dibatasi usia atlet tetapi juga di PON 2020 di Papua,” terangnya.

Dengan minimnya petenis puteri dimiliki Sultra, kata Kepala Bagian (Kabag) Otonomi Daerah (Otda) Sekretariat Sultra itu, pihaknya akan menjaring atlet-atket puteri usia muda yang berbakat untuk dibina dan dilatih dengan serius.

“Kita akan menjaring atlet-atlet puteri di Sultra melalui kejuaraan-kejuaraan yang akan diselenggarakan baik itu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Sultra,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan, lanjut dia, merupakan keseriusan Pelti Sultra untuk mengembangkan cabang olahraga (cabor) tenis agar tetap berjaya.

“Jadi, pra PON tahun ini, Pelti Sultra hanya menurunkan petenis putera sesuai nomor yang dipertandingan di ajang tersebut. Kami berharap atlet Sultra yang kami turunkan mampu menampilkan yang terbaik, guna merebut tiket lolos menuju PON di Papua 2020,” pungkasnya. (cr2/nur)

.

ARSIP

To Top