Lingkar Sultra

Rusman dan Ridwan Pamer Kekompakan di Acara Panen Raya Muna

Bupati Muna LM Rusman Emba bersama anggota DPR RI Ridwan Bae dalam acara panen raya di Kontukowuna. (FOTO:FITRI/BKK)

RAHA, BKK- Beberapa hari belakang ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ridwan Bae terlihat selalu bersama Bupati Muna LM Rusman Emba dalam beberap kegiatan.

Terakhir, paman dan kemanakan ini bersama dalam kegiatan panen raya di Desa Kontukowuna Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna, Sabtu (29/9).

Padahal, sebelumnya Ridwan tak segan mengkritik beberapa kebijakan Rusman. Bahkan, keduanya sempat perang pernyataan pada beberapa media massa.

Dalam panen raya itu, Rusman dan Ridwan turun langsung ke sawah untuk memanen padi milik petani secara simbolis. Keduanya, tampak kompak memotong padi, baik secara manual maupun menggunakan mesin.

Rusman mengaku, gembira dengan bangkitnya kembali pertanian Muna. Dia berjanji, akan selalu mendukung dan membantu meningkatkan produksi padi.

Selain menyediakan bibit dan pupuk, pada 2019 mendatang akan memperluas areal pertanian.

“Kami mendukung penuh upaya peningkatakan produksi pertanian di Kabupaten Muna. Kita optimis produksi pertanian di Muna akan swasembad beras,” kata orang nomor satu di Muna ini.

Di tempat yang sama, Ridwan mengatakan, pembangunan di bidang pertanian harus didukung dengan peralatan yang memadai agar produktivitas meningkat.

“Ke depan ini, saya akan bantu pengadaan alat panen padi. Silakan masyarakat buat proposal bantuan yang diteken Bupati Muna. Mudah-mudahan 2019, sudah bisa dirasakan masyarakat,” kata Ketua Partai Golkar Sultra ini.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Muna Anwar Agigi mengungkapkan, sawah yang dipannen tersebut seluas 25 hektare (ha) dari dari total 150 ha.

Dikatakan, selain di Kontukowuna, beberap desa lain juga sudah panen. Pemkab Muna, kata dia, menargetkan swasembada beras dalam dua tahun ke depan.

“Kita berharap dua tahun ke depan, Rp 248 miliar uang masyarakat Muna tidak lagi terbuang keluar untuk beli beras setiap tahun, tetapi masuk  kembali ke Kabupaten Muna,” ucapnya.

Anwar membeberkan, saat ini luas sawah beririgasi di Muna baru 1.082 ha. Sedangkan lahan kering seluas 1.028 ha. Dan, rata-rata produksi per hektar mencapai 3 ton.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muna yang berjumlah 215.000 jiwa maka dibutuhlan 4.000 ha sawah,” pungkasnya. (r1/man)

.

ARSIP

To Top