Beranda

Jenderal Iriyanto Pimpin Upacara Pendidikan 121 Siswa SPN Polda Sultra

Kapolda Sultra Brigjenpol Iriyanto SIK memimpin upacara pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri. (FOTO:KASMAN/BERITA KOTA KENDARI)

KENDARI, BKK – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Iriyanto SIK memimpin upacara pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri 2018.

Upacara pembukaan pendidikan terhadap 121 orang siswa ini berlangsung di Sekolah Polisi Negera (SPN) Polda Sultra, Selasa (7/8).

Peserta pendidikan yang berjumlah 121 orang ini, terdiri dari 116 siswa dari Polda Sultra, dua siswa dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tiga orang dari Polda Maluku. Para siswa akan mengikuti pendidikan selama tujuh bulan atau berakhir 4 Maret 2019.

Kapolda yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Selamat atas keberhasilan saudara yang telah dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan menjadi peserta didik pada program pendidikan pembentukan Bintara Polri, kita harus pahami bahwa perkembangan tantangan tugas Polri ke depan akan semakin berat,” katanya.

Penyelenggara pendidikan dan pelatihan, lanjutnya, merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan upaya pembinaan personil melalui optimalisasi seluruh komponen pendidikan, disertai desain kurikulum berbasis kompetensi diharapkan dapat tercipta personil Polri yang berkualitas.

Oleh karena itu peran Lemdiklat Polri sangat signifikan dalam menyusun program pendidikan yang tepat guna terlebih pada penyelenggaraan pendidikan pembentukan Bintara Polri yang akan dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat.

“Saya berharap, program pendidikan yang diselenggarakan dapat menjadi media yang optimal dalam mentransfer pengetahuan dasar kepolisian. Saya meyakini, berbekal tekad dan kemauan yang kuat serta motivasi yang tinggi, saudara dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan profesional dan penuh tanggung jawab,” tandasnya.

Kepala SPN Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Darmawan Afandi SIK mengatakan, dari waktu tujuh bulan, telah dibagi beberapa kegiatan yang akan diikuti siswa dalam pendidikan.

“Dua bulan dasbara, yaitu pelatihan fisik dan outbond dan 4,5 bulan pendidkan fungsi teknis kepolisian, meliputi reskrim, intel, binmas, sabhara, dan lantas,” katanya saat ditemui usai acara pembukaan pendidikan.

Kemudian, sambung Darmawan, 0,5 bulan pembulatan yaitu latihan teknis dan latihan kerja.

“Diakhiri dengan penilaian nasional, serupa dengan ujian nasional untuk tingkat SMA (sekolah menengah atas),” pungkas perwira polisi dengan dua melati di pundak ini. (man/nur)

.

ARSIP

To Top