Headline

Iptu Suwoto Langsung Dicopot dari Jabatan Kapolsek Sampuabalo

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Inspektur Polisi Satu (Iptu) Suwoto tengah menjalani pemeriksaan intensif penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setelah peristiwa tertembaknya Brigadir Polisi (Brigpol) Sanusi, Iptu Suwoto langsung digelandang ke Mapolda Sultra.

Bahkan, Suwoto mendadak dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sampuabalo Kepolisian Resor (Polres) Buton.

Bukan hanya Suwoto, tiga anggota lainnya yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) turut diminta kesaksian.

Mereka adalah Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Rusli Dwianti, Bripka Mukhtar, dan Brigpol La Ode Tafana.

“Dia (Suwoto) masih dalam proses pemeriksaan. Termasuk tiga anggota lain juga diperiksa Propam,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Goldenhardt melalui pesan WhatsApp, Rabu (1/8).

Harry belum bisa memastikan apakah kasus penembakan ini akan dibawa ke ranah pidana. Sebab, kini masih dalam penanganan Propam Polda Sultra.

“Dilakukan pemeriksaan Propam dulu pak. Dia (Suwoto) sudah dicopot dari jabatannya,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Jatuh Saat Melepas Tembakan Peringatan

Diberitakan, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buton Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Herman soal peristiwa ini menerangkan, kisah bermula ketika Polsek Sampuabalo sedang apel pagi dan menerima laporan tawuran antarsiswa di jalan poros Lasalimu-Pasarwajo sekira pukul 07.30 Wita.

Rencana awal, kapolsek bersama empat orang anggotanya akan menuju SMPN 7 Siontapina.

Karena melihat keributan di simpangan jalan menuju SMAN 2 Siotapina, Kapolsek bersama anak buahnya berhenti dan mencoba melerai pertikaian kedua kelompok.

Seorang anggota Polsek Sampoabalo Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Rusli Dwianti mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak empat kali untuk melerai siswa yang bertikai.

“Saat itu, Kapolsek juga mengeluarkan senjata. Tiba-tiba dia terpeleset dan terjatuh ke tanah. Tahu-tahu, Brigadir Sanusi terlihat terduduk memegang kepalanya yang sudah berlumur darah,” papar Kapolres.

“Inilah yang saat ini sedang diselidiki, apakah peluru dari senjata Kapolsek yang mengenai anggota itu. Kami mohon, jangan cepat menyimpulkan,” sambungnya.(man/iis)

.

ARSIP

To Top