Beranda

Asrun dan ADP Dikabarkan Terjaring OTT KPK

KASMAN/BERITA KOTA KENDARI
Mobil dinas milik Pemkot Kendari yang turut diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi di Polda Sultra, Rabu (28/2).

BKK Online, KENDARI– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah mengamankan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP) bersama ayahnya, Asrun yang merupakan mantan Wali Kota Kendari periode sebelumnya.

Bersama Asrun dan ADP, turut pula diamankan lima orang lainnya. Tujuh orang ini kabarnya terjaring dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan alias OTT di Kantor Jotun Kendari, Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Selasa (27/2) sekira pukul 22.30 Wita.

ADP dan Asrun bersama lima orang lainnya baru dibawa ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra sekira pukul 05.30 Wita.

Selain Asrun dan ADP, ada lima orang lainnya yang digelandang ke Polda Sultra. Diantaranya Bos Jotun Kendari, dua perempuan dan satu pegawai negeri sipil (PNS) lingkup Kota Kendari. Satu unit mobil dinas bernomor polisi DT 1121 E jenis Suzuki Ertiga juga turut diamankan.

Jotun merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penjualan elektronik dan bahan bangunan. Belum diketahui kasus dugaan korupsi apa yang menyeret Asrun dan ADP. Karena, pihak KPK sejauh ini belum ada yang mau memberikan klarifikasi.

Juru bicara KPK, Febridiansyah yang dikontak melalui Whatsapp-nya belum menjawab pertanyaan Berita Kota Kendari seputar OTT yang kini menggemparkan satu Sulawesi Tenggara itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto membenarkan tim KPK memakai salah satu ruangan Mapolda. Namun mengenai kasusnya, AKBP Sunarto enggan menjelaskan karena itu ranah KPK.

“Ada memang tim KPK meminjam ruangan Mapolda Sultra. Tapi mengenai kasus apa silakan konfirmasi langsung ke pihak KPK,” pungkasnya.

Sebelumnya, berkembang desas-desus tentang dugaan korupsi penyertaan modal PDAM Kendari tahun anggaran 2011. KPK sebelumnya memang pernah ke Kendari untuk mengumpulkan data tentang kasus itu. Namun, menurut informasi yang berkembang di lingkungan Polda Sultra, keduanya bukan terseret kasus PDAM.

Reporter Berita Kota Kendari, Kasman dari Mapolda Sultra melaporkan, hingga pukul 09.00, Rabu (28/2), masih berlangsung pemeriksaan di lantai dua ruang Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra oleh puluhan penyidik KPK.

Seperti diketahui, Asrun merupakan Mantan Wali Kota Kendari dua periode. Singgasananya kini digantikan anaknya ADP. Asrun kemudian mencalonkan diri sebagai Gubernur Sultra pada Pemilihan Gubernur 2018.

Asrun dan wakilnya, Hugua diusung lima partai politik (parpol) yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (man/aha)

.

ARSIP

Copyright © 2019

To Top